Selasa, 22 Januari 2013

Manusia yang Dirindukan Disurga

Surga huuuuuu.... siapa coba yang menolak jika dikasih masuk kesana. siapa coba yang ngga' merasa bahagia bila surga menantikan kita. Ada empat macam golongan manusia yang dirindukan di surga: 
pertama, orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Rasulullah pernah bersabda, "barang siapa yang senang dengan datangnya bulan suci ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk kedam neraka."  seseorang yang senang dan bahagia akan datangnya ramadhan, pasti memiliki alasan yang tertentu. dan dalam hal ini akan bermuncul bermacam-macam atau beribu alasan yang berbeda. ada orang yang senang dengan datangnya bulan ramadhan karena barang daganganya pasti laku. ada juga golongan remaja-remaji yang senang lantaran punya kesempatan untuk mencari gebetan pada saat sholat tarawih. ada orang yang senang dengan datangnya ramadhan karena jadwal panggilan ceramahnya akan penuh bahkan membanjir. nah... senang yang semacam itu bukanlah golongan yang diharamkan jasadnya untuk masuk kedalam neraka. sebab orientasi kesenenganya mengarah pada unsur matrealitis atau mencari keuntungan di bulan ramadhan. senang yang dimaksud dalam hal ini adalah perasaan bahagia  lantaran pada bulan ini akan banyak orang yang melakukan berbagai amal dan kebaikan untuk mendapat ridha dari Allah, sehingga dirinya akan lebih dekat kepada Allah ta'ala. apalagi di bulan ramadhan Allah akan melipat gandakan pahalanya. seperti saja misalnya, hal yang bersifat mubah atau boleh, namun jika di lakukan dibulan ramadhan maka akan mendapatkan ganjaran atau pahala sunnah. dan perbuatan sunah akan mendapat pahala seperti melakukan ibadah wajib. sedangkan perbuatan ibadah wajib pahalanya akan dilipat-lipat gandakan oleh Allah. Rasulullah juga pernah bersabda, "tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah." namun jangan berarti demikian terus kerjaanya tidur terus. dari habis makan sahur, dia tidur. shubuhnya ketiduran, dzuhurnya bablas, asharnya nanggung, dan bangun pas waktu magrib. itu sih namanya puasanya kebo. pada bulan ramadhan, seluruh amanusia yang sudah meninggal dunia akan dihentikan azabnya, siksaan libur. mereka berharap anak dan saudaranya akan mengirimkan do'a buat mereka. maka do'a yang paling mulia pada bulan ramadhan adalah do'a yang dikirim untuk sanak keluarga yang sudah meninggalkan dunia. namun do'a dari mereka orang yang tidak mau melakukan ibadah akan ditolak oleh Allah ta'ala. bulan ramadhan adalah kawah candradimuka artinya tempat pelebur segala dosa. jika seseorang merasa dibanjiri oleh dosa yang telah memenuhi langit dan bumi maka pada bulan ramadhan inilah saatnya untuk membersihkan diri dari segala dosa. sebab ada sabda dari Rasulullah yang berbunyi, "siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena iman dan kecintaanya kepada Allah ta'ala, maka Allah akan menghapus segala dosa-dosanya, baik dosa yang telah lalu maupun dosa yang akan datang." seburuk apapun dosa manusia jika ia mampu memanfaatkan bulan ramadhan sebagai bulan untuk bertaubat maka ia akan dibersihkan dari segala dosa seperti bayi yang baru lahir.
yang kedua,surga rindu pada orang yang suka membaca Al-Qur'an. Rasulullah bersabda, "membaca satu huruf saja dari Al-Qur'an, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kebaikan. dan Alif Lam Mim bukanlah satu huruf. ia akan tiga huruf, maka Allah akan memberinya 30 kebaikan".
seseorang yang membaca Al-Qur'an kemudian akan merenungkanya, maka Allah akan melembutkan hatinya dan memfasihkan suaranya dan akan memberikan jalan dari berbagai masalahnya. bahkan Al-Qur'an yang sering dibaca akan menemani dan memberi syafaat kelak jika ia berada didalam alam kubur. Rasulullah bersabda,"Al-Qur'an adalah temanmu di alam kubur, maka ramaikanlah kuburmu dengan sering membacanya." kematian seseorang akan damai bila ia bersahabat dengan Al-Qur'an selama hayatnya. sebagai kongkritnya cobalah anda baca Al-Qur'an sebelum tidur hingga anda ketiduran damai akan anda rasakan dan anda bisa bangun dalam keadaan yang segar bugar. Insyaallah. Allah tidak akan melihat kefasihan seseorang dalam membaca Al-Qur'an, sebab yang terpenting adalah kemauan seseorang untuk membaca dan menghayati serta mengamalkanya.
Yang ketiga, surga rindu kepada orang yang mampu menjaga lisan dan ucapanya.ada pepatah arab yang mengatakan, "selamatnya seseorang tergantung pada bagaimana ia menjaga lisanya."  bila pedang melukai hati maka banyak obat yang bisa kita cari namun jika lisan atau lidah yang melukai hati maka kemana dan dimanakah obat yang harus kita cari. dan surga dan neraka seseorang tergantung bagaimana ia mampu menjaga lidahnya. banyak riwayat yang menceritakan hidup seseorang yang rajin beribadah dan bersedekah, malah dimasukan kedalam neraka hanya karena mereka tidak mampu menjaga lisanya. ucapanya selalu saja membuat sakit hati orang lain, keimanan seseorang dapat diukur dari lidahnya. sebagaimanapun bagus penampilan dalam agamanya, memakai jilbab yang panjang, jidad yang menghitam, sorban kedebet di kepala segede tampah. jika lidahnya suka membicarakan kejelekan orang lain maka dialah syetan yang berwujud manusia, maka tinggalkanlah mereka dan jangan bergaul dengan orang yang semacam itu. namun bukan berarti orang yang tidak beribadah dan mampu menjaga lisanya akan lebih baik. salah kaprah, mustahil orang yang tidak beribadah akan mampu mengontrol lidahnya. 
Yang keempat, syurga rindu kepada orang yang suka memberi makan orang yang lapar. siapa yang memberi makan orang yang lapar, niscaya Allah akan memberikan minum kepadanya disaat dia merasa kehausan di padang mahsyar nanti. apabila memberi makanan pada orang yang sedang puasa, ia akan mendapat pahala yang berlipat ganda seperti pahalanya orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. dalam surat alfajr Allah berfirman bahwa ketika seseorang merasa rejekinya cukup, hendaknya ia memberi makan orang yang lapar atau setidaknya jika ia tidak mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang lain maka ia bisa menganjurkan orang lain yang lebih mampu untuk memberi makan kepada orang miskin. banyak sekali ayat dalam Al-Qur'an yang mengingatkan manusia akan banyaknya keberkahan yang akan diperoleh apabila kita mau memberi makan pada orang yang lapar, apabila  jika ia sendiri sebagai pelakunya. keberkahan dari Allah yang penuh rahmat serta pertolongan dari Allah pasti akan terrcurahkan buatnya.  bagi mereka anak-anak yatim dan fakir miskin makan dan minum sehari-hari belum lah bisa dikatakan dalam kategori yang memadai, dengan bantuan dari orang yang mampulah mereka bisa meneruskan kelangsungan hidup. dan akan kah kita, saia dan anda tergolong menjadi golongan orang-orang yang dirindukan oleh surga... mari kita temukan sendiri jawabanya, wasalam..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar