
seperti hal nya seorang pendaki akan dibutuhkan suatu alat. dan alat-alat itu akan terasa aneh dan asing ditelinga orang yang tak biasa atau bukan dalam bidang tersebut. jangankan mendengar namanya melihat bentuknya juga belum. seperti untuk mendaki gunung, para pendaki biasanya membutuhkan peralatan seperti altimeter, raincoat, matras dan masih banyak peralatan yang lain. tapi bagi mereka yang menggemarinya atau hobby di bidang ini sudah pasti tak asing lagi atau mudah untuk mendapatkan alat-alat tersebut hingga pendakian akan terasa mudah dan menyenangkan. letih memang sudah menjadi resiko tapi karena niat yang kuat, mereka akan mendapatkan kesenangan yang luar biasa. begitu pula bagi pendaki kebahagiaan, dibutuhkan alat-alat yang aneh dan sangat membosankan oleh sebagian orang seperti hal-nya kata-kata pasrah, ibadah, berbuat baik, melepaskan egosentris diri dan lain sebagainya. bagi seorang yang salik atau pencari TUHAN, aliaspendaki kebahagiaan, akan terasa mudah mendapati alat-alat tersebut, dan tentu lebih siap melakukan pendakian dengan penuh rasa suka dan cita. capek, sangat melelahkan hal itu adalah hal yang wajar atau biasa. tapi setelah kita mencapai yang disebut dengan kebahagian semua rasa itu akan terkikis atau hilang dengan sendirinya. dan bagi para maniac pendaki gunung kebahagiaan sejati semua itu tak akan merasa membosankan. sebab yang merasa bosan itu hanya mereka yang ikut-ikutan alias ibadahnya hanya ngikut orang lain, alias latah.
ketegangan yang terjadi dalam pendakian juga adalah hal yang wajar, bahkan disitulah letak bagian seni dari sebuah pendakian yang bisa memicu adrenalin. dan tetaplah waspada agar tidak terjatuh dan bisa terus melanjutkan pendakian hingga ke puncak yang tertinggi. namun berhati-hati lah jika sampai di puncak, akan terlihat pemandangan yang indah dan mempesona. dan jangan sampai anda terlena apalagi sampai tidak sadar dan ingin menghampiri keindahan itu. jika itu terjadi pasti anda akan jatuh terperosok kedalam jurang yang terjal.
Demikian bagi orang yang salik dalam perjalananya pasti akan mengalami ketegangan. baik ketegangan yang disebabkan oleh masalah ekonomi, keluarga, kedudukan, atau pasangan hidup. itu adalah hal yang biasa atau hal yang lumrah. tapi disini yang dibutuhkan adalah tetap berhati-hati dan waspada agar tidak terperosok kedalam jurang oleh bujuk rayu setan. sama saja pendaki kebahagian juga akan mengalami godaan ketika akan sampai pada tujuan, biasanya dalam posisi itu akan nampak keindahan dunia yang sangat mengggairahkan, yang dapat membuai kepada siapapun yang memandangnya. jika sampai terlena dan tak sadarkan diri, niscaya kita akan jatuh terperosok kedalam jurang penderitaan yang sangat dalam. dan tinggallah kebahagiaan yang menjadi impian tak terwujud. Na'udzubillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar